Wisata sejarah, bekas kamp pengungsi vietnam di pulau galang

Pulau Galang adalah sebuah pulau yang penuh dengan cerita bersejarah, dengan luas +/- 80 km², pulau ini menjadi bagian dari otonomi kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Mengapa disebut bersejarah? semua itu tidak lepas dari peristiwa yang terjadi di Vietnam, pasca perang saudara sekitar tahun 1980, yang mana mengakibatkan ratusan ribu penduduk Vietnam bagian selatan melarikan diri meninggalkan negara mereka untuk menyelamatkan diri. Saat peristiwa itu terjadi,para pengungsi vietnam, yang lebih dikenal oleh dunia dengan sebutan “ manusia sampan “, pergi meninggalkan negaranya dengan menggunakan perahu – perahu yang kondisinya sangat memprihatinkan. Tak jarang, dalam satu perahu, terdapat 40 – 100 orang pengungsi.
Berbulan – bulan terombang ambing di tengah dahsyatnya gelombang perairan laut china selatan, tanpa arah dan tujuan yang pasti, menyebabkan tidak sedikit korban yang meninggal dalam perjalanannya, hingga akhirnya mereka terdampar di beberapa tempat, termasuk salah satunya wilayah Indonesia, seperti pulau galang, tanjung pinang. Peristiwa itu akhirnya mendapat perhatian dari komisi tinggi urusan pengungsi PBB ( UNHCR ) dan juga pemerintah Indonesia.Kemudian disepakatilah penggunaan pulau galang sebagai tempat penampungan sementara pengungsi .
Berbagai sarana dan prasarana dibangun guna menunjang kelangsungan hidup sekitar lebih dari 250.000 pengungsi, seperti barak pengungsian, rumah sakit, tempat ibadah, sekolah.Keberadaan mereka sengaja dikonsentrasikan di satu area, langkah ini ditempuh guna mempermudah pengawasan, pengaturan, penjagaan keamanan, serta untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit kelamin Vietnam rose yang sangat berbahaya, yang kemungkinan tidak sengaja dibawa/diderita oleh pengungsi yang menempati kamp itu.
Di tempat inilah para pengungsi melanjutkan kehidupan mereka sepanjang tahun 1979 – 1996, hingga pada akhirnya mendapat suaka dari Negara – Negara maju yang mau menerima mereka, ataupun dipulangkan kembali ke Negara asal mereka, Vietnam. Kini, semua hanyalah tinggal kenangan, pada tahun 1996 seluruh pengungsi secara resmi sudah tidak lagi menempati kamp pengungsi tersebut, kamp yang oleh penduduk Indonesia lebih sering disebut sebagai “ kampung Vietnam “.
Adapun bekas areal pemukiman tersebut, kini oleh pemerintah Indonesia beserta UNHCR telah dinyatakan menjadi wilayah konservasi, menjadi “ museum terbuka “, untuk umum yang dilindungi keberadaannya sebagai bukti kepada dunia bahwasanya Indonesia memiliki komitmen tinggi dalam menegakkan nilai kemanusiaan yang penting dalam sejarah peradaban modern, khususnya di asia tenggara.


All pic from Google


ARTIKEL TERKAIT :

1 komentar:

Agar ter-index oleh mbah google, alangkah lebih baik anda gunakan Alamat Blog/Website anda, jangan lupa juga untuk klik sponsor yang ada di blog ini, siapa tau bermanfaat buat anda,terimakasih.