Sel darah merah tertua didunia ini !!!

Bumi dengan segala makhluk hidup yang ada bersamanya memang telah cukup tua keberadaannya. Tak jarang, berbagai jejak peninggalan masa lalu pada akhirnya dapat diketemukan kembali, entah itu melalui proses penelitian sebelumnya, ataupun dengan tanpa sengaja.

Seperti halnya dengan ditemukannya mummi yang kemudian diberi nama Ötzi, yang menurut hasil penelitian para ilmuwan diperkirakan telah berumur 5300 tahun. Mummi manusia es bernama Ötzi yang ditemukan di gletser Bukit Schnal, Pegunungan Alpen pada 1991 tersebut menurut hasil analisa forensik dengan menggunakan tekhnologi modern, diperkirakan meninggal dikarenakan luka yang diakibatkan oleh panah yang mengenai punggungnya.

Satu hal yang menarik dari manusia es Ötzi adalah ketika para peneliti kemudian menyatakan bahwa sel darah merah yang ada pada tubuh mummi Ötzi diclaim sebagai sel darah merah manusia tertua yang ada di dunia ini, mengingat usianya yang telah mencapai 5300 tahun.





sumber
(AFP Photo/Andrea Solero)
»» Read more.....

Daging sintetis ciptaan ilmuwan Jepang !!!!!

Entah karena memang ingin mencari terobosan baru di dalam mengatasi persoalan kekurangan pangan yang akhir akhir ini seringkali diberitakan di berbagai media massa, atau entah karena memang kejeniusan otak yang dimilikinya, sebuah temuan baru dalam bidang pangan telah berhasil diciptakan oleh seorang peneliti dari Laboratorium Okayama. Profesor Mitsuyuki Ikeda, seperti yang telah dilansir oleh berbagai media massa, diketahui telah berhasil mengembangkan proses pembuatan daging sintetis dari ekstrak protein yang terkandung pada kotoran manusia.

Ide yang mungkin oleh beberapa kalangan dikatakan tidak wajar tersebut berawal dari inisiatif Tokyo Sewage, semacam departemen pengolahan limbah kotoran manusia di Jepang, yang melakukan pendekatan khusus kepada para ilmuwan dan meminta agar para ilmuwan mengeksplorasi kegunaan limbah yang ada untuk dijadikan pupuk, mengingat terlalu banyaknya limbah yang ada. Hal tersebut rupanya menarik perhatian Ikeda, yang kemudian setelah melakukan beberapa riset, diketahui oleh Ikeda bahwasanya ternyata dari limbah tersebut terkandung banyak protein dari bakteri yang ada bersamanya.

Pada penelitian selanjutnya, kandungan protein yang ada pada limbah tersebut kemudian diambil ekstraknya, lalu dikombinasikan dengan semacam cairan reaksi pembangkit, yang kemudian pada akhir proses, ekstrak protein yang telah dikombinasi tersebut lalu dimasukkan ke dalam mesin yang mampu membentuk ekstrak tersebut menjadi seperti daging sintetis. Alhasil, pada daging sintetis yang berhasil diciptakan tersebut diketahui memiliki kandung protein sebesar 63 %, karbohidrat sebesar 25 %, lipid ( lemak yang tidak larut dalam air ) 3 %, dan mineral 9 %. Para peneliti kemudian memberi warna merah pada daging sintetis dengan pewarna makanan dan memberi rasa dengan protein kedelai. Pada ujicoba yang dilakukan oleh relawan, mereka yang mengkonsumsi daging sintetis dari hasil  daur ulang limbah kotoran manusia menyebut rasanya mirip seperti daging sapi. Anda berminat untuk mencoba?hehehe.

sumber
pic by Digital Trends
»» Read more.....

Ikan sidat dimata masyarakat kita

Ikan sidat (ordo Anguilliformes), atau lebih dikenal dengan nama unagi di pasaran internasional, adalah jenis ikan yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, dan beruntunglah kita dikarenakan menurut data yang ada, Indonesia adalah negara penghasil sidat terbesar di dunia. Namun yang sangat disayangkan, entah itu dikarenakan faktor kekurang pedulian sebagian dari masyarakat kita terhadap kandungan gizi dari makanan yang mereka konsumsi, atau entah karena memang dikarenakan ketidaktahuan mereka terhadap kandungan gizi dari ikan sidat, atau karena memang harganya yang tak terjangkau, yang jelas jarang sekali kita temui didalam kehidupan masyarakat kita sehari hari tentang perbincangan yang menyinggung tentang ikan sidat, dengan kata lain masyarakat kita memang tidak tahu.

Perlu kita ketahui, permintaan pasar internasional terhadap ikan sidat  selama ini mencapai 300.000 ton per tahun. Dari total kebutuhan tersebut, permintaan Jepang terhadap jenis unagi kabayaki 150.000 ton per tahun. Tingginya permintaan pasar terhadap ikan sidat, terutama di negara Jepang, Hongkong, Korea Selatan, China, Taiwan dan negara lain bukanlah tanpa sebab,
Ikan sidat dikenal memiliki nilai gizi tinggi. Hati ikan sidat memiliki 15.000 IU/100 gram kandungan vitamin A. Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega yang hanya mencapai 1.900 IU/100 gram. Bahkan kandungan DHA ikan sidat 1.337 mg/100 gram mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat 820 mg/100 gram atau tenggiri 748 mg/100 gram.
Dari penjelasan gizi yang terkandung pada ikan sidat, coba kita bayangkan seandainya konsumen utamanya adalah masyarakat di negara kita sendiri, bukanlah negara jepang misalnya, yang bahkan telah menerapkan tradisi memakan unagi, terutama pada hari Doyō no Ushi musim panas, mungkin kehidupan masyarakat di negara kita akan jauh lebih baik bila dibandingkan dengan sekarang ini dikarenakan terbiasa mengkonsumsi makanan bernilai gizi tinggi.

Yang menjadi kekhawatiran kita, sampai detik ini masih belum ditemukan tekhnologi yang tepat untuk membudidayakan ikan sidat di negara ini, dengan kata lain masih mengandalkan tangkapan alam, sehingga pada akhirnya turut mempengaruhi harga jual dari ikan sidat itu sendiri yang mencapai Rp 300.000 hingga Rp 600.000 per kg. Semoga kedepan nanti pemerintah lebih peka terhadap hal ini, dengan harapan dapat secepatnya menemukan solusi pembudidayaan yang tepat agar keberadaan ikan sidat tidak punah, diimbangi dengan gencarnya sosialisasi tentang tingginya kandungan gizi ikan sidat pada kehidupan masyarakat kita. Siapa tahu kelak, dengan keberhasilan pembudidayaan ikan sidat tersebut, harga per kilogram bisa turun hingga menjadi Rp.10.000 misalnya, agar semua lapisan masyarakat di negara kita yang mayoritas adalah kalangan tak mampu juga mampu membeli, kita doakan saja.
»» Read more.....

Bayi ini terlahir dengan 6 kaki pada tubuhnya !!!

Jika memang sudah kehendak Allah, apapun itu bisa saja terjadi, seperti halnya dengan apa yang terjadi dengan seorang bayi laki laki yang baru dilahirkan setelah melalui proses operasi caesar di sebuah kota, lebih tepatnya di Sukkur, sekitar 450 km dari Karachi, Pakistan. Bayi laki laki ini terlahir dengan memiliki 6 ( enam ) kaki pada tubuhnya. Menurut analisa dokter, besar kemungkinan bayi tersebut merupakan kembar parasit, dimana dia memiliki bagian tubuh dari kembarannya yang tidak berkembang dengan sempurna.

Guna menjalani perawatan yang lebih intensif dan agar dapat mendapatkan pengawasan kesehatan yang lebih detil, bayi yang tidak disebutkan namanya tersebut kini dipindahkan ke sebuah rumah sakit di Karachi. Sementara itu, ayah kandung dari sang bayi, Imran Shaikh telah meminta bantuan dana untuk biaya perawatan dan operasi yang rencananya akan dilakukan terhadap sang bayi.

"Mengoperasi bayi dengan kondisi seperti ini bukanlah tugas mudah, harus ada penilaian menyeluruh akan apa yang harus dilakukan," kata Dr Jamal Razza dari Institut Nasional Kesehatan Anak di Karachi. "Kami harus mengetahui apakah bayi ini memiliki semua anggota tubuh kembarannya atau anggota tubuhnya sendiri. Kami juga harus menentukan seberapa banyak organ dalam yang sudah berkembang dan ini bisa merumitkan masalah dan menurunkan kans bayi ini untuk hidup." ( Kim Hookem-Smith )

sumber
»» Read more.....