Cara mengobati luka akibat racun serangga tomcat

Melihat betapa maraknya pemberitaan di media massa sekarang ini tentang serangan serangga Tomcat ( Paederus ) yang ternyata telah menyebar dengan cukup cepat di beberapa kota di Indonesia, mungkin akan lebih baik jika kita juga mewaspadai hal tersebut. Serangga tomcat ( kumbang paederus ) sebenarnya sudah sejak lama dikenal oleh para petani, karena keberadaannya justru membantu para petani dalam mengendalikan hama wereng, jadi tidak usah panik, karena racun paederin yang ada pada serangga tomcat sesungguhnya tidaklah berbahaya dan tidak mematikan.

Sepintas tentang serangga tomcat, serangga ini memiliki bentuk fisik yang cukup mudah dikenali, tubuh memanjang dengan ukuran +/- 1 centimeter, kepala berwarna hitam, sedangkan dada dan perut berwarna oranye. Hewan itu memiliki dua pasang sayap yang tidak menutupi seluruh abdomen. Serangga ini cenderung menyukai tempat-tempat yang memiliki kelembaban tinggi, seperti kebun dan sawah contohnya.

Berikut ini adalah tips tentang bagaimana mencegah kehadiran serangga tomcat di sekitar kita, berikut langkah pengobatan yang dapat kita lakukan jika sampai terkena semprotan racun paederin dari serangga tersebut:
  1. Bersihkan lingkungan disekitar tempat tinggal kita.
  2. Pasangi lubang sirkulasi udara di rumah kita dengan kasa nyamuk untuk mencegah serangga ini ikut numpang tidur didalam rumah.
  3. Jika banyak temuan serangga disekitar lingkungan kita, lakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida botani berbahan tumbuhan.
  4. Jika sampai terkena serangan serangga tomcat, segera cuci dengan air dan sabun pada daerah yang terkena, kemudian olesi bagian yang terkena dengan salep Hydrocortisone.
  5. JANGAN OBATI LUKA DENGAN MINYAK ANGIN ATAUPUN BALSEM, agar terhindar dari iritasi yang lebih parah mengingat racun paederin dari serangga tomcat biasanya berdampak peradangan pada kulit yang terkena.
  6. Segera buang handuk ataupun lap yang digunakan untuk membersihkan kulit yang terkena racun dari serangga tersebut, mengingat racun tersebut bersifat menular.
  7. Jika tingkat luka yang diderita lumayan parah dan mengenai organ tubuh kita yang vital, seperti mata, segera pergi ke dokter ataupun rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan.
Semoga tips diatas dapat berguna bagi kita, khususnya dalam hal menghadapi wabah serangga tomcat yang  sekarang ini sedang marak, salam hangat.

Cek sumber




ARTIKEL TERKAIT :

23 komentar:

  1. tanks sob infonya ,sangat membantu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama gan,terimakasih juga atas kunjungan dan supportnya

      Hapus
  2. Wow ! info yg sangat bermanfaat.. tapi alhamdulillah ya.. sesuatess.. tuh tomcat nggak bisa menjamah kontrakan saya.. jaga kebersihan dan ekosistem yooo !! ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukurlah kalau lingkungan agan bebas dari jamahan ntu tomcat..thanks supportnya

      Hapus
  3. Balasan
    1. you're welcome my friend,thanks 4 supporting my blog..greetings

      Hapus
  4. Wah, makasih tipsnya. Bermanfaat sekali walaupun daerah saya belum kena sama kucing tom eh, si tomcat. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 gan,mudah2an jangan sampai menyebar ke tempat agan ya..terimakasih atas supportnya

      Hapus
  5. membantu banget sob infonya , makasih banget.........

    BalasHapus
  6. makasih ganuda share, di daerah lagi trend-trennya nich serangga..
    :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 gan,mudah mudahan secepatnya dapat diatasi

      Hapus
  7. terimakasih kawan sudah berbagi info yang sangat bermanfaat ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kembali atas supportnya gan,salam hangat

      Hapus
  8. inponya sangat bermanfaat sobat, terima kasih sudah berbagi pengetahuannya..!

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sama gan,terimakasih juga atas kunjungan dan supportnya

      Hapus
  9. klo mo cari tomcat, di tmpt sy bny Gan. Dah biasa ma tomcat. Cm akhir2 ini aj jd trkenal, bhkn di tngh2 hiruk-pikuk demonstrasi BBM, sebuah partai ternama ikut sibuk bahas tomcat...wkwk
    Nice info Gan.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe,namanya jug aji mumpung gan,ngemeng tentang tomcat sebenarnya memang sudah sejak dulu ada,mungkin jadi heboh karena populasinya yang agak berlebihan,thanks atas komengnya gan

      Hapus
  10. jadi heboh ya gara2 serangga...hehehe...lha wong petani malah senang kalo ada serangga ini... ada hukum populasi... tapi kalo udah di kota mah... ya harus waspada...hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya juga seh gan,sebenarnya serangga yg satu ne dah ga asing bagi para petani,cuman ya itu,sekarang dah gaul serangganya,jd pd ikutan ngelayap smpai ke kota2 besar,hehehe...makasih supportnya gan

      Hapus
  11. hua, ane udah kena jilatan tomcat gan, pas ane liat di internet ciri ciri lukanya mirip, eh pas ane periksa ke dokter katanya gatel gatel biasa... sempet debat ane sama dokter...

    BalasHapus
  12. gan, paha ane udah di silat tomcat gan..
    gejala sama ciri2 gatel gatelnya sama kayak effect tomcat, tapi pas ane periksa ke dokter cuma gatel gatel biasa.. bingung :(

    BalasHapus
  13. makasih infonya yaaaaaaaa... thx thx thx

    BalasHapus

Agar ter-index oleh mbah google, alangkah lebih baik anda gunakan Alamat Blog/Website anda, jangan lupa juga untuk klik sponsor yang ada di blog ini, siapa tau bermanfaat buat anda,terimakasih.