Budaya suku dani, papua, Indonesia.

Papua, sebagai salah satu provinsi di Indonesia memang dikenal memiliki beragam keunikan tradisi,budaya dan wisata yang sangat eksotis. Salah satu hal yang cukup lekat dengan Provinsi papua adalah suku dani. Suku dani merupakan salah satu suku besar yang ada di papua, selain beberapa suku lain seperti suku Ekari, Moni, Damal, Amugme, Asmat, dan masih banyak suku lainnya. Secara geografis, suku dani mendiami sebuah wilayah pegunungan tengah papua, atau lebih tepatnya di Lembah Baliem, Wamena, Papua. Letaknya yang berada di pegunungan tinggi dengan sebagian puncaknya yang diselimuti salju serta lembah yang luas menjadikan daerah tempat bermukimnya suku dani beriklim tropis basah. Suhu udara di wilayat tersebut rata-rata 17 derajat Celcius.

Meskipun dimata masyarakat umum dikenal dengan nama suku dani, tetapi penduduk pribumi suku dani lebih sering menyebut suku mereka dengan nama suku parim. Dalam keseharian, kehidupan suku dani bisa dikatakan masih sangat tradisional. Hal itu dapat dilihat dari busana tradisional suku dani, dimana kaum pria suku dani masih menggunakan " koteka " sebuah alat/cawat yang terbuat dari kunden/labu kuning yang digunakan sebagai penutup kemaluan, dan " wah " sebuah pakaian yang berasal dari rumput kering/serat yang digunakan oleh kaum wanita sebagai penutup kemaluan. Adapun tempat tinggal khas suku dani adalah " honai-honai ", sebuah gubuk sederhana yang dibuat dengan menggunakan atap dari jerami/ilalang.
Masyarakat Suku Dani hingga saat ini, sebagian sudah menjadi pemeluk agama Kristen, hal tersebut merupakan akibat dari pengaruh misionaris Eropa yang pernah datang ke lokasi tersebut sekitar tahun 1935. Meskipun demikian, Suku Dani ternyata masih memiliki kepercayaan adat lain, yang kemudian lebih dikenal oleh masyarakat umum dengan nama Atou, sebuah konsep kepercayaan, dimana segala kesaktian yang dimiliki oleh para leluhur suku Dani diberikan secara turun temurun kepada kaum lelaki. Kesaktian tersebut antara lain kesaktian menjaga kebun, kesaktian mengobati atau menyembuhkan penyakit sekaligus menghindarinya, serta kesaktian untuk memberi kesuburan pada tanah yang digunakan untuk bercocok tanam. Suku Dani juga memiliki simbol yang mereka namakan Kaneka. Lambang tersebut dipakai saat upacara tradisi yang bersifat keagamaan.

Selain dari kepercayaan diatas, penduduk suku dani dikenal masih memikili adat tradisional yang boleh dibilang cukup ekstrim, yakni tradisi potong jari. Meski tradisi tersebut sekarang telah dilarang, namun bekas pelaksanaan tradisi tersebut masih dapat kita lihat dari kaum wanita suku dani yang telah berusia lanjut, dimana sebagian besar dari mereka tidak memiliki ruas jari lengkap karena telah dipotong. Tradisi potong jari kaum suku dani merupakan sebuah simbol dari kepercayaan yang mereka yakini, yakni sebagai perwujudan rasa sedih,kehilangan,dan penyesalan dari penduduk suku dani ketika ada salah satu anggota keluarganya yang meninggal.
Satu lagi tradisi yang cukup unik yang dilakukan oleh suku dani, tradisi itu dinamakan Rekwasi. Rekwasi adalah sebuah upacara adat yang dilakukan untuk menghormati para leluhur. Pada saat upacara adat Rekwasi, para prajurit laki-laki kaum suku dani biasanya akan membuat tanfa dengan lemak babi, kerang, bulu-bulu, kus-kus, sagu rekat, getah pohon mangga, dan bunga-bungaan di bagian tubuh mereka. Saat melakukan upacara ini, para peserta juga melengkapi dirinya dengan senjata tradisional seperti tombak, kapak, parang, dan juga busur beserta anak panahnya.

Masih terkait dengan keunikan dan kekhasan kaum suku dani, salah satu hal yang cukup dikenal adalah kebiasaan mereka mendendangkan nyanyian-nyanyian bersifat heroisme dan atau kisah-kisah sedih untuk menyemangati dan juga perintang waktu ketika mereka bekerja. Untuk alat musik yang mengiringinya, suku dani memiliki sebuah alat musik tradisional yang dinamakan " pikon ", yakni satu alat yang diselipkan diantara lubang hidung dan telinga mereka. Disamping sebagai pengiring nyanyian, alat ini pun berfungsi ganda sebagai isyarat kepada teman atau lawan di hutan kala berburu.




-dikutp dari berbagai sumber.
-all pic from google search


ARTIKEL TERKAIT :

1 komentar:

  1. suku Dani, Papua mempunyai budaya menarik sebagai kekayaan budaya Nasional, trimakasih atas Berbagi Info budayanya. Izin nyimak
    salam blogging.

    BalasHapus

Agar ter-index oleh mbah google, alangkah lebih baik anda gunakan Alamat Blog/Website anda, jangan lupa juga untuk klik sponsor yang ada di blog ini, siapa tau bermanfaat buat anda,terimakasih.